Artikel

Gunung Papandayan (2665 mdpl)

    Dibaca 55 kali

Kawah Gunung Papandayan dapat dicapai dengan kendaraan bermotor. Kira-kira 200 tahun yang lalu Gunung Papandayan belum memiliki tiga kawah yang yang sangat terkenal, hingga pada malam hari tanggal 11 Agustus 1772, puncaknya yang volumenya kira-kira 4 Km3 melayang melintasi kota Garut, yang pada waktu itu merupakan kota yang dikelilingi 14 gunung berapi, dan menelan korban 3.000 jiwa. Papandayan mempunyai 3 letusan yang bersejarah. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1942. Gunung ini sekarang mempunyai jalan yang hampir dapat mencapai puncak.

 

Sebuah sungai kecil mengairi Tegal alun-alun di atas Gunung Papandayan yang memiliki banyak tumbuhan rawa gunung dan merupakan satu-satunya tempat di Jawa yang diketahui ditumbuhi oleh strawberi liar, sejenis saprah, atau tangtangan Potentilla polyphylla yang merupakan tumbuhan paling jarang ditemukan di pulau Jawa. Banyak terdapat babi hutan yang sering mendatangi kemah para pendaki yang sedang menyalakan api unggun atau lampu.

Papandayan adalah bagian dari barisan gunung berapi dengan tipe strato. Gunung ini memiliki warna dinding kawah kuning yang khas karena belerang. Kawah ini dikelilingi oleh hutan yang luas ke arah barat laut memanjang hingga lereng jurang yang curam. Jurang ini menjadi aliran sungai di kaki gunung.

Untuk menuju ke Gunung Papandayan wisatawan dapat menggunakan kendaraan umum berupa minibus dari kota Garut ke jurusan Cikajang dan turun di belokan di dekat Cisurupan yang menuju ke Gunung Papandayan.

Dari tempat parkir kita harus berjalan kaki mendaki selama setengah kam menuju ke kawah yang terdiri dari kolam lumpur yang mengeluarkan gelembung, lubang-lubang yang mengeluarkan uap panas dan kawasan belerang. Kita perlu ekstra hati-hati ketika mendekati kawah. Untuk mencapai puncak gunung, kita harus berjalan lagi sekitar dua jam melewati ladang edelweis. Untuk berkemah kita harus meminta ijin terlebih dahulu kepada petugas PHPA setempat.

Bagian tertinggi dari dasar kawah ada di sebelah tenggara dengan ketinggian 2000m dan berada 240 m dibawah pinggir kawah. Dasar kawah ini berisi kolam belerang yang terdiri dari air, fumaroles, solfataras, lumpur gunung api dan air panas. Semua kegiatan bagian-bagian kecil kawah gunung berapi ini menghasilkan suara yang berisik di dasar kawah.

Sebuah sungai yang mengalir melalui kompleks kawah pada awalnya berupa air jernih yang mengalir dari dalam hutan dan berubah menjadi air panas yang berisi asam belerang pada saat mengalir melalui kawah. Letupan lumpur gunung api yang berada di kawah biasa memiliki ketinggian 0,6 - 1,2m dan meletus dengan kekuatan yang besar, menyemburkan air keruh dan panas setiap 20-25 detik.

(Sumber : http://www.merbabu.com/gunung/gunung_papandayan.php)